Terompet bergumam di telinga
Yah, semut
Semut yang berjalan lamban
Semut yang membuka mulut
Giginya cerah
Memberi tanda kau hadir
Tapi malam telah tiba
Matahari mulai tertutup awan gelap
Pertanda ? Waktu tlah petang
Tapi Dimana ? Dimana ?
Semut ! Semut !
Ku cari kau di lorong rumah
Di pinggiran kota
Tak satupun suara kau terdengar
Diam yah diam
Ku termenung menatap bulan
Dan ku berkata "Dimanakah semut !"
Semut yang selalu hidup di sisiku
Tertidur ku terdiam
Sinar matahari pun membangunkanku
Dan ku terhentak
Tapi ternyata tetap saja
Ku tak melihatmu disisiku
Menangis
Perih
Keyakinan ku telah pupus
Karna kau tak ada disiku lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar